Apa Itu Gap Research? Cara Menemukannya untuk Judul Skripsi
Dosen pembimbing sering bertanya, "Apa gap research skripsimu?" — dan banyak mahasiswa terdiam karena sebenarnya belum paham betul konsepnya. Padahal, gap research adalah fondasi yang menentukan apakah sebuah judul skripsi punya nilai akademis atau hanya mengulang penelitian yang sudah ada.
Apa Itu Gap Research?
Gap research (celah penelitian) adalah bagian dari suatu topik yang belum diteliti, belum tuntas dijawab, atau masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten di penelitian-penelitian sebelumnya. Gap inilah yang menjadi alasan ilmiah mengapa penelitian Anda perlu dilakukan — bukan sekadar "karena topiknya menarik".
Jenis-Jenis Gap Research
- Gap Teori — ada dua teori yang saling bertentangan dan belum diuji bersamaan dalam satu konteks.
- Gap Metode — penelitian sebelumnya memakai metode kualitatif, sedangkan pendekatan kuantitatif pada topik yang sama belum banyak dilakukan (atau sebaliknya).
- Gap Empiris — hasil penelitian terdahulu tidak konsisten satu sama lain (misalnya sebagian menemukan pengaruh positif, sebagian lagi negatif atau tidak signifikan).
- Gap Populasi/Konteks — variabel yang sama sudah diteliti, tapi belum pernah pada populasi, industri, atau wilayah tertentu.
- Gap Waktu — penelitian sudah ada, tapi kondisinya sudah berubah signifikan (misalnya sebelum vs sesudah pandemi, atau sebelum vs sesudah regulasi baru).
Cara Sistematis Menemukan Gap Research
1. Kumpulkan 10-15 Jurnal Terbaru
Fokus pada jurnal 3-5 tahun terakhir di bidang Anda lewat Google Scholar, Scopus, atau ScienceDirect. Jurnal yang terlalu lama berisiko sudah "basi" — sudah banyak penelitian lanjutan yang menutup gap tersebut.
2. Baca Bagian "Saran" atau "Limitasi" Tiap Jurnal
Ini adalah cara paling praktis. Hampir semua jurnal ilmiah mencantumkan bagian limitations dan future research suggestions di akhir pembahasan — di situlah penulis biasanya secara eksplisit menyebutkan apa yang belum mereka teliti.
3. Buat Tabel Perbandingan (Matriks Penelitian Terdahulu)
Susun tabel berisi: nama peneliti, tahun, variabel, objek/populasi, metode, dan hasil. Dengan tabel ini, pola gap akan terlihat lebih jelas — misalnya semua penelitian dilakukan di sektor perbankan, belum ada di sektor UMKM.
4. Bandingkan Hasil yang Bertentangan
Kalau Anda menemukan dua jurnal dengan variabel sama tapi hasil berlawanan (satu signifikan positif, satu tidak signifikan), itu adalah gap empiris yang sangat kuat untuk dijadikan alasan penelitian ulang dengan konteks berbeda.
5. Diskusikan dengan Dosen Pembimbing Sejak Awal
Setelah menyusun draf gap research, konsultasikan sebelum menulis Bab 1 secara penuh. Ini menghindari revisi besar di kemudian hari karena gap yang Anda temukan ternyata sudah pernah dibahas di jurnal yang belum Anda baca.
Butuh Bantuan Memetakan Gap Research?
Menyusun tabel penelitian terdahulu dan menemukan gap yang valid memang memakan waktu. Tim Validika membantu proses ini lewat layanan Pencarian & Pengajuan Judul maupun Paket Proposal Mantap (Bab 1-3) yang sudah termasuk perumusan gap research dan rumusan masalah.
Butuh bantuan langsung dari ahlinya?
Konsultasikan kebutuhan akademis Anda sekarang, gratis tanpa komitmen.
Chat Admin Sekarang